Sebuah halaman atau terserah
Kamis, 20 April 2017
Rabu, 19 April 2017
Ray Tracing Pada CryEngine 3
Ray Tracing adalah metode untuk menghitung jalan gelombang atau partikel melalui suatu sistem. Ray Tracing atau yang dikenal dengan Ray Casting, menjelaskan hal yang terlihat dari permukaan dengan mengikuti gambaran cahaya dari sinar yang berasal dari penglihatan mata kita terhadap objek di layar. Ray Tracing adalah teknik rendering grafik tiga dimensi dengan interaksi sinar yang kompleks.
Ray tracing dilakukan dalam dua bentuk yang berbeda :
- Ray Tracing (physics), yang digunakan untuk menganalisis sistem optik.
- Ray Tracing (graphics), yang digunakan untuk generasi gambar 3D.
Dalam fisika, ray tracing adalah metode untuk menghitung jalan gelombang atau partikel melalui suatu sistem dengan berbagai propagasi daerah kecepatan, penyerapan karakteristik, dan mencerminkan permukaan. Dalam keadaan ini, permukaan gelombang dapat menekuk, mengubah arah, atau mencerminkan permukaan, dengan analisis yang rumit. Ray tracing memecahkan masalah dengan mempercepat idealisasi berkas sempit secara berulang-ulang yang disebut dengan ray yang melalui suatu medium dengan sejumlah diskrit. Masalah sederhana dapat dianalisis dengan menyebarkan beberapa sinar dengan menggunakan matematika sederhana. Analisis yang lebih detailnya dapat dilakukan dengan menggunakan komputer untuk menyebarkan banyak sinar.
Ray tracing telah digunakan dalam lingkungan produksi untuk off-line rendering selama beberapa dekade sekarang – yaitu rendering yang tidak perlu menyelesaikan seluruh adegan dalam waktu kurang dari beberapa milidetik. Tentu saja kita tidak boleh men-generalisasi dan membiarkan pengguna mengetahui bahwa beberapa implementasi raytracer telah mampu menekan tanda “interaktif”. Sekarang juga disebut “real-time ray tracing”, yaitu bidang yang sangat aktif sekarang, karena sudah dianggap sebagai hal yang besar bahwa akselerator 3D perlu dipercepat. Raytracer sungguh menyukai daerah-daerah yang kualitas refleksinya penting. Banyak efek yang tampaknya sulit dicapai dengan teknik lain yang sangat alami menggunakan raytracer : refleksi, pembiasan, kedalaman bidang, tingginya tingkat kualitas bayangan. Tentunya hal tersebut tidak selalu berarti bahwa raytracer cepat.
Contoh pembuatan ray tracing biasanya dalam pembuatan gambar 3D, agar gambar tersebut terkesan lebih fotorealistis. Dalam dunia nyata, kita dapat melihat benda dikarenakan ada cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut. Jadi efek cahaya sangat berpengaruh untuk menghidupkan suatu gambar agar lebih terkesan realistis. Di sinilah peran ray tracing, sebab ray tracing mampu mensimulasi berbagai efek optis, seperti pemantulan cahaya, pembiasan, maupun penyerapan cahaya. Pembuatan gambar 3D, seperti pada film animasi, atau game komputer dengan tampilan 3D, menggunakan proses ray tracing.
Sabtu, 25 Juni 2016
Tentang Webometrics
Webometrics adalah organisasi yang melakukan
pemeringkatan perguruan tinggi terbesar, sebagai rintisan dari Cybermetrics
Lab, sebuah kelompok penelitian yang masih merupakan bagian dari Consejo
Superior de Investigaciones CientÃficas, di Spanyol. Update hasil pemeringkatan
dirilis Webometrics setiap bulan Januari dan Juli.
Tujuan
Webometrics mempunyai tujuan dalam me-rangking-kan
perguruan tinggi yaitu untuk mempromosikan kehadiran web akademik, mendukung
keterbukaan akses guna meningkatkan pentransferan ilmu pengetahuan dan budaya yang
dihasilkan oleh perguruan tinggi bagi masyarakat. Untuk mencapai
tujuan ini, publikasi peringkat adalah salah satu alat yang paling kuat dan
sukses untuk memulai dan mengkonsolidasikan proses-proses perubahan dalam dunia
akademis, meningkatkan komitmen para ilmuan dan menyiapkan strategi jangka
panjang yang sangat dibutuhkan.
Tujuannya bukan untuk mengevaluasi website,
desain atau kegunaan atau popularitas isinya sesuai dengan jumlah kunjungan
atau pengunjung. Indikator web yang dipertimbangkan adalah seperti proxy yang
benar, komprehensif, evaluasi yang mendalam tentang kinerja global Universitas,
dengan mempertimbangkan kegiatan dan output serta relevansi dan dampaknya.
Tentang 4ICU
4
International Colleges & Universities atau 4ICU
adalah suatu mesin pencari dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan
kepopuleran situs yang dimiliki oleh perguruan tinggi di seluruh dunia yang
telah terakreditasi dan tersebar di berbagai negara. Komponen penilaian yang
digunakan 4ICU adalah Google Page Rank, Alexa Traffic Rank, dan Majestic SEO
(Referring Subnets, Trust Flow).
Organisasi
pendidikan tinggi yang diperingkatkan oleh 4ICU adalah yang:
- secara resmi diakui, berlisensi atau diakreditasi oleh badan nasional atau regional seperti kementerian pendidikan dan/atau organisasi akreditasi pendidikan tinggi yang diakui.
- secara resmi berhak memberi gelar sarjana empat tahun dan/atau gelar pascasarjana.
- memberikan pembelajaran tradisional yaitu dengan tatap muka, program dan kursus.
Sedangkan
yang tidak adalah:
- organisasi yang memberikan kelulusan setelah dua tahun seperti Community Colleges, Vocational Colleges, Training Colleges.
- yang pembelajarannya secara jarak jauh.
- organisasi pendidikan tinggi lainnya yang tidak memenuhi persyaratan di atas.
Jumat, 29 April 2016
Tentang ResearchGate
ResearchGate adalah sebuah situs web jejaring sosial gratis dan alat kolaborasi bagi para ilmuwan sains dari segala jenis disiplin sains. Situs ini menyediakan berbagai aplikasi web termasuk pencarian semantik (mencari seluruh abstrak), berbagi file, berbagi database publikasi, forum, diskusi metodologi, grup, dan berbagai aplikasi lainnya. Semenjak Mei 2008, ResearchGate telah digunakan oleh lebih dari 1,400,000 ilmuwan dari 196 negara.
Dibandingkan dengan situs dan alat kolaborasi lainnya, ResearchGate telah mengembangkan alat pencarian Internet semantik yang mampu untuk mencari makalah penelitian dari sumber internal dan database eksternal terkenal seperti PubMed, CiteSeer, arXiv, NASA Library dan sebagainya. Alat pencarian internet ini dikembangkan untuk menganalisa kata - kata dan ungkapan yang lebih luas daripada yang biasa digunakan pada alat pencarian internet lainnya dengan cara menganalisa seluruh abstrak makalah penelitian sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih akurat.
Sistem pencarian semantik ini juga diterapkan pada platform untuk mendukung jaringan sosial pengguna. Dengan menganalisa informasi yang telah diberikan oleh pengguna pada halaman profil mereka, platform ini dapat menyarankan grup, pengguna lain dan juga makalah penelitian yang relevan dan mungkin menarik bagi sang pengguna. Sejauh ini, sudah 1,100 grup yang telah diciptakan dalam ResearchGate. Grup - grup ini dapat dibuka bagi umum untuk para pengguna ResearchGate, atau juga dapat ditutup menjadi grup privat. Setiap pengguna dapat membuat grup pada waktu apapun juga. Setiap grup memiliki perangkat lunak kolaboratif, yaitu semisalnya alat berbagi file yang dapat digunakan dengan anggota grup lainnya untuk menulis dan menyunting dokumen.
Jenis alat lainnya berupa pembuat jadwal dan survey/polling. Beberapa organisasi sains dan konferensi menggunakan ResearchGate sebagai tempat untuk mencatat informasi, berkolaborasi dan juga berkomunikasi. Platform ini telah juga mengembangkan subkomunitas privat untuk organisasi besar yang hanya terbuka bagi para anggota institusi tersebut. Selain itu, platform ini juga menyediakan forum kerja dimana para ilmuwan dapat melihat lowongan kerja riset internasional. Lowongan kerja ini dapat dicari dengan pelbagai kata kunci, posisi, jenis pekerjaan dan negari tujuan.
Pada tahun 2009, ResearchGate telah memasuki area akses bebas dimana situs ini mengembangkan alat untuk membantu para ilmuwan untuk mengunggah makalah yang telah diterbitkan (dengan catatan tetap menghormati hak cipta). Makalah yang telah diunggah kemudian termasuk dalam sumber internal yang akan dapat dicari oleh alat pencarian internet semantik. Para pengguna dapat membaca dan mengunduh makalah yang telah diterbitkan ini secara gratis.
Contoh dosen gunadarma yang telah masuk ResearchGate
Langganan:
Postingan (Atom)
